Penyakit Kaki Gajah Filiriasis Atau Elephantiasis

Penyakit kaki gajah filiriasis atau elephantiasis merupakan salah satu penyakit yang sifatnya menular dan menahun. Penyebab dari penyakit ini bisa disebabkan karena terjadinya infeksi dari cacing filarial yang bisa ditularkan melalui nyamuk. Penyakit kaki gajah filiriasis atau elephantiasis merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan masalah kecacaan, stigma social, dan hambatan psikososial dan juga terjadinya suatu penurunan produktivitas kerja pada seseorang dan masyarakat.

Penyakit Kaki Gajah Filiriasis Atau Elephantiasis

Penyakit Kaki Gajah Filiriasis Atau Elephantiasis

 Penyakit Kaki Gajah

Gejala yang ditunjukkan dari penyakit kaki gajah filiriasis atau elephantiasis adalah anggota badan yang terserang misalnya seperti tangan, lengan, kaki dan juga bagian alat kelamin yang bagian luarnya menggembung. Kemudian kedua belah kaki yang mengalami penggembungan ini membentuk seperti kaki gajah dan juga pada bagian yang mengalami gembungan ini kemdian akan berubah menjadi gumpalan yang bentuknya seperti lemak.

Cara melakukan perawatan penyakit kaki gajah filiriasis atau elephantiasis adalah jika disaat awal terjadinya tanda dari penyakit kaki gajah ini anggota badan yang mengalami gembungan diikat dengan menggunakan pembalut plastik. Kemudian penderita harus dikompres dengan menggunakan kompres air hangat dan air dingin dengan bergantian dan dilakukan 2-3 kali dalam sehari. Jika kulit Anda mengalami peradangan, maka usahakan untk memijat ata dengan mengurut.

Perbanyaklah mengonsumsi sayuran dan juga buah-buahan misalnya seperti buah wortel, kacang panjang, pisang, papaya, dan bayam yang bisa Anda konsumsi untuk mencegah terjadinya penyakit kaki gajah filiriasis atau elephantiasis.

Cara Mengobati Kaki Gajah

Cara mengobati penyakit kaki gajah filiriasis atau elephantiasis adalah dengan menggunakan daun jati belanda. Bahannya adalah daun jatii belanda sebanyak 7 lembar, dan rimpang bangle 1 jari serta air 1 ½ gelas. Jika sudah dicuci bersih, maka direbus ke dalam 1 ½ gelas air sampai yang tersisa hanyalah 1 gelas saja. Jika sudah dingin, kemudian air disaring dan setelah itu dibagi menjadi 2 bagian. Minumlah air ramuan ini untuk pagi dan juga sore hari.

Cara mencegah penyakit kaki gajah bisa dilakukan dengan cara menerapkan pola hidup yang bersih. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari dari serangan gigitan nyamuk dengan cara menggunakan lotion atau juga menggunakan spray anti nyamuk. Anda bisa membersihkan sumber air yang merupakan tempat dari perindukan nyamuk misalnya adalah seperti penampungan bak mandi, ember cucian, kolam ikan dan lainnya. Sebaiknya usahakan untuk tidak ada suatu genangan air pada rumah Anda. Dan jangan lupa untuk membersihkan semak yang biasanya banyak digunakan sebagai tempat bersembunyinya nyamuk yang menjadi penyebab dari penyakit kaki gajah tadi.

Penularan Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa dengan mudah menular, kriteria penularan yang terjadi dari penyakit kaki gajah ini bisa ditemukan lewat mikro filarial rate lebih dari 1% sample darah penduduk pada sekitar kasus kaki gajah atau sekitar 2 atau bahkan lebih kasus kaki gajah yang terjadi di suatu wilayan pada jarak terbak nyamuk yang mempunyai suatu riwayat dari suatu ketentuan WHO. Dan jika ditemukan mikro filarial rate lebih dari 1% yang terjadi di satu wilayah, maka daerah tadi dinyatakan sebagai daerah endemis dan harus membutuhkan pengobatan dengan masal paling tidak dilakukan 5 tahun berturut-turut.

Penyakit kaki gajah adalah salah satu penyakit menular yang terjadi pada kelenjar getah bening yang disebabkan karena cacing filaria dan kemudian mengalami penularan dari berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini lebih banyak menyerang golongan masyarakay yang umum yang sifatnya menahun. Dan jika seseorang mengalami penyakit ini dan tidak mendapatkan suatu pengobatan sejak dini maka akan menimbulkan kecacatan pada pembesaran kaki, lengan, buah dada, alat vital yang terjadi pada laki-laki atau pada wanita dengan kasus menetap.

Cacat permanen ini kemudian akan menimbulkan masalah hambatan psikologis, stigma sosial dan juga akan menurunkan kualitas sumber daya manusia sehingga akan menimbulkan suatu kerugian dalam bentuk ekonomis akibat dari tidak sedikit dari mereka yang sangat bergantung pada keluarganya, masyarakat serta pada negara.

Penyakit kaki gajah di Indonesia sudah tersebar luas hampir ke seluruh provinsi di Indonesia. Dan berdasarkan dari laporan dari daerah hasil survey yang dilakukan di tahun 2000 maka tercatat sebanyak 6500 kasus kaki gajah kronis terjadi di 1553 desa dan pada 231 kabupaten di 26 propinsi. Pada tahun 2006 kasus penyakit kaki gajah ini dilaporkan paling tidak sebanyak 10.237 orang yang mengalami persebaran di 373 kabupaten atau kota di 33 provinsi di Idnoesia.

Seseorang yang bisa mengalami infeksi penyakit kaki gajah adalah seseorang yang tergigit nyamuk yang sudah mengalami infeksi. Nyamuk tersebut mengandung larva di dalam tubuhnya. Nyamuk sendiri mendapat mikro filarial karena menghisap darah si penderita atau juga dari hewan yang mengandung mirofolaria. Nyamuk adalah sebagai media unutk menghisap darah si penderita dan saat itulah kemudian beberapa micrifilaria akan terhisap juga bersama dengan darah dan masuk ke dalam lambung nyamuk. Di dalam tubuh nyamuk ini, microfilaria yang tidak mengalami perkembang biakan namun hanya berubah bentuk saja dalam beberapa hari dari larva 1 berubah menjadi larva 3, karena itulah diperlukan gigitan selama berulang kali untuk bisa terjadinya suatu infeksi.

Penyakit Kaki Gajah Filiriasis Atau Elephantiasis

Posted in Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kaki Gajah Penyebab

Kaki Gajah PenyebabKaki gajah disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kornis) dan jika tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya, penderita tidak dapat bekerja secara optimal, bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.

Kaki Gajah Penyebab

Kaki Gajah Penyebab

Di Indonesia, penyakit kaki gajah penyebab tersebar luas hampir di seluruh propinsi. Bedasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu, tercatat sebanyak 1.553 desa di 647 puskesmas, tersebar di 231 kabupaten merupakan lokasi yang endemis dengan  jumlah kasus kronis 6.233 orang. Hasil survei laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1%, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai risiko tinggi untuk tertular karena nyamuk penularannya tersebar luas.

Penyebab Kaki Gajah

Kaki Gajah Penyebab adalah lingkungan yang tidak bersih dan tatanan kota yang kotor, sehingga membuat banyak tempat perkembangbiakan nyamuk yang membawa penyakit. Sepertiga dari orang yang terinfeksi kaki gajah tinggal di India, kemudian di Afrika dan sebagian besar sisanya berada di Asia Selatan, Pasifik dan Amerika. Di daerah tropis dan subtropis mudah terjangkit penyakit ini.

Kaki Gajah Penyebab lainnya  dari kaki gajah adalah cacing benang putih yang hidup di dalam pembuluh getah bening. Sementara itu, tempayak atau anak cacingnya masuk ke dalam aliran darah. Setelah  parasit-parasit itu mati dan mengeras, perlahan-lahan pembuluh limfa akan tersumbat, sehingga beberapa bagian tubuh akan mengembung.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva satdium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filaria kecil  (mikrofilaria) sewaktu menghisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang resorvir yang mengandung mikrofilaria. Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

Kaki gajah tersebar lenih dari satu milliar orang di lebih dari 80 negara. Lebiih dari 120 juta orang telah terjangkit kaki gajah, lebih dari 40juta orang miskin atau kurang mampu terjangkit penyakit ini.

Penyakit Filariasis disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang menetap di dalam darah yang masuk ke dalam tubuh manusia. Penyakit menular ini ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis apapun, di dunia sejauh ini ada 23 jenis nyamuk dari 5 genus. Cacing mikrofilaria ini merupakan cacing kecil yang hidup dan berkembang biak di dalam kelenjar getah bening. Namun mereka akan keluar melalui pembuluh kapiler dan mencari makan di dalam darah. Lama kelamaan, cacing tersebut akan membesar dan saluran getah bening akan tersumbat. Inilah awal mula terjadinya pembengkakan.

Gejala Kaki Gajah

Gejala awal seseorang terkena penyakit kaki gajah adalah sebagai berikut :

  • Demam berulang kali selama 3-5 hari
  • Pembengkakan tanpa ada luka di daerah lipatan paha atau ketiak yang tampak kemerahan, panas dan trasa sakit
  • Terjadi pembesaran pada kaki, tangan, kantung buah zakar, payudara dan alat kelamin wanita

Kriteria Filariasis

Filariasis mudah menular, kriteria penularan penyakit ini adalah jika ditemukan mikro filarial rate ≥ 1% pada sample darah penduduk di sekitar kasus elephantiasis, atau adanya 2 atau lebih kasus elephantiasis di suatu wilayah pada jarak terbang nyamuk yang mempunyai riwayat menetap bersama/berdekatan pada suatu wilayah selama lebih dari satu tahun. Berdasarkan ketentuan WHO, jika ditemukan mikro filarial rate ≥ 1% pada satu wilayah maka daerah tersebut dinyatakan endemis dan harus segera diberikan pengeobatan secara masal selama 5 tahun berturut-turut.

Cara Penularan Kaki Gajah

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi filariasis apabila orang tersebut digigit nyamuk yang sudah terinfeksi, yaitu nyamuk yang dalam tubuhnya mengandung larva (L3). Nyamuk sendiri mendapat mikro filarial karena menghisap darah penderita atau dari hewan yang mengandung mikrofilaria. Nyamuk sebagai vektor menghisap darah penderita (mikrofilaremia) dan pada saat itu beberapa microfilaria tidak berkembang biak tetapi hanya berubah bentuk dalam beberapa hari dari larva 1 sampai menjadi larva 3, karenanya diperlukan gigitan berulang kali untuk terjadinya infeksi. Di dalam tubuh manusia larva 3 menuju sistem limfe dan selanjutnya tumbuh menjadi cacing dewasa jantan atau betina serta berkembang biak.

Cara Mencegah Filariasis

Cara Mencegah Kaki Gajah Adalah :

  1. Menghindari diri dari gigitan nyamuk
  2. Memberantas nyamuk serta sumber perindukan
  3. Meminum obat anti penyakit gajah secara massal

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit kak gajah adalah :

  1. Pengobatan masal
    Pengobatan ini dilakukan khususnya di daerah endemis dengan rate lebih dari 1 % dengan menggunakan pemberian obat Diethyl Carbamazine Citrate yang dikombinasikan dengan pemberian Albendazole sekali dalam setahun paling tidak selama 5 tahun berturut-turut.
  2. Pengobatan selektif
    Pengobatan ini dilakukan khususnya mereka yang mengidap penyakit mikrofilaria serta juga anggota keluarga yang tinggal 1 rumah dengan penderita atau juga berdekatan dengan penderita.
  3. Pengobatan mandiri
    Pengobatan individual atau khususnya bagi penderita kronis. Semua kasus klinis biasanya diberikan obat kaki gajah DEC 100 mg yang diminum 3 kali dalam sehari dan diminum 10 hhari sebagai salah satu bentuk pengobatan individual yang dilakukan pada perawatan bagian tubuh yang mengalami pembengkakan.

Kaki Gajah Penyebab

Posted in Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kaki Gajah

Gejala Kaki Gajah – Penyakit kaki gajah, penyakit untut atau elephantiasis merupakan jenis penyakit yang menyebabkan beberapa bagian badan menggelembung perlahan-lahan bagaikan karet, tetapi penderita tidak merasakan sakit. Penyakit ini mengubah bentuk kaki penderita menjadi seperti kaki gajah.

Gejala Kaki Gajah

Gejala Kaki Gajah

Penyebab Kaki Gajah

Penyebab penyakit ini adalah sejenis filaria (cacing benang putih) yang hidup di dalam pembuluh atau kelenjar getah bening. Sementara itu, tempayak atau anak cacingnya masuk ke dalam aliran darah. Setelah parasit-parasit itu mati dan mengeras, perlahan-lahan pembuluh limfa akan tersumbat, sehingga beberapa bagian tubuh akan mengembung. Penyebar penyakit ini adalah sejenis nyamuk yang disebut Culex fatigans yang memindahkan Filaria bancrofti.
Gejala Kaki Gajah

Tanda-tanda atau Gejala Kaki Gajah sebagai berikut :

  • Beberapa anggota badan, terutama kaki, lengan, dan alat-alat kelamin bagian luar mengembung
  • Kedua belah kaki yang mengembung bentuknya menyerupai kaki gajah dan bagian-bagian yang mengembung tersebut akhirnya berubah menjadi gumpalan-gumpalan yang berwujud seperti lemak.

Perawatan Gejala Kaki Gajah

Perawatan yang perlu dilakukan terhadap penderita kaki gajah sebagai berikut :

  • Pada saat awal terjadinya tanda-tanda penyakit, anggota badan yang mengembung diikat dengan pembalut elastik. Di samping itu, penderita dikompres dengan kompres panas dan dingin secara bergantian, 2 atau 3 kali sehari.
  • Jika tidak terdapat radang pada kulit, usaha memijat atau mengurut juga bisa dilakukan
  • Diusahakan agar setiap hari penderita mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan seperti bayam, wortel, kacang panjang, kecambah, pepaya dan pisang.

Cara penularan penyakit kaki gajah diawali dari nyamuk yang menghisap darah seseorang yang sudah mengalami infeksi penularan penyakit kaki gajah sebelumnya. Kemudian darah yang mengalami infeksi dan juga mengandung larva akan ditularkan pada orang lain disaat nyamuk yang mengalami infeksi menggigit dan juga menghisap darah orang tadi. Tidak seperti kasus penyakit malaria atau kasus penyakit demam berdarah, penyakit kaki gajah biasanya ditularkan pada 23 spesies nyamuk yang berasal dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Dan karena inilah penyakit kaki gajah bisa menular dengan lebih cepat. Radang pada saluran kelenjar getah bening yang akan terasa panas dan terasa sakit yang kemudian bisa menjalar dari pangkal kaki atau juga dari pangkal lengan menuju ke arah ujung.

Diagnosis Kaki Gajah

Diagnosis yang ditegakkan pada penyakit kaki gajah ini umumnya bisa deteksi dari pemeriksaan mikroskopis darah. Hingga saat ini hal tadi masih bisa dirasakan sangat sulit untuk dilakukan karena microfilaria yang biasanya hanya muncul dan hanya menunjukkan diri dalam darah disaat malam hari dan terjadi selama beberapa jam saja. Selain itu juga, dari berbagai metode pemeriksaan yang sering dilakukan untuk melakukan diagnosis penyakit kaki gajah. Dan beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan sistem yang lebih dikenal sebagai sistem penjaringan membran. Metode konsentrasi Knott dan juga teknik pengendapan. Metode dari pemeriksaan yang bisa lebih mendekati menuju ke arah diagnosis dan juga sudah di akui oleh WHO meripakan dengan jalan pemeriksaan sistem Tes kartu. Hal ini menjadi sangat sederhana dan bisa menjadi lebih peka untuk bisa mendeteksi terjadinya penyebaran parasit atau larva. Yaitu dengan cara mengambil contoh darah pada sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, dan tidak hanya terjadi di malam hari saja.

Penanganan Kaki Gajah

Penanganan dan juga pengobatan penyakit kaki gajah yang bisa dilakukan dengan tujuan yang paling utama adalah melakukan penanganan dini pada penderita penyakit kaki gajah dengan cara membasmi parasit atau juga membasmi larva yang mengalami perkembangan di dalam tubuh si penerita, sehingga tingkat penularan yang terjadi bisa lebih ditekan dan potensinya bisa dikurangi. Pemberian obat kaki gajah seperti Dietilkarbamasin adalah satu-satunya jenis obat kaki gajah yang sangat baik untuk penyakit kaki gajah bancrofti atau juga malayi, yang lebih bersifat pada makrofilarisidal dan juga mikrofilarisidal. Obat ini btergolong dengan harga yang murah, lebih aman dan juga tidak adanya suatu resistensi pada obat. Penderita yang mendapatkan terapi pengobatan ini kemungkinan akan memberikan suatu reaksi efek samping dari sistemik serta lokal yang lebih bersifat sementara dan bisa dengan mudah diatasi menggunakan obat simptomatik.

Obat dietilkarbamasin ini tidak bisa dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan ini biasanya diberikan dalam bentuk oral sesudah makan malam, kemudian dengan cepat diserap sampai mencapai titik konsentrasi puncak di dalam darah selama 3 jam. Dan setelah itu diekskresi lewat air kemih. Obat kaki gajah Dietilkarbamasin tidakk bisa diberikan pada anak yang usianya dibawah 2 tahun, pada ibu hamil, ibu menyusui dan juga untuk kasus penderita sakit yang berat atau sedang dalam keadaan lemah. Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang lebih parah, karena tidak mengalami deteksi sejak dini, selain pemberian jenis obat-obatan tentunya membutuhkan langkah selanjutnya misalnya seperti tindakan untuk melakukan operasi.

Untuk penderita gejala kaki gajah, maka sebaiknya kesadarannya untuk melakukan pemeriksaan langsung ke dokter dan juga mendapatkan penanganan pada obat-obatan sehingga tidak akan menularkan penyakit ini kepada orang lain. Untuk itu, sangat dibutuhkan pemahaman dan juga pengenalan pada penyakit kaki gajah kepada penderita serta kepada masyarakat luas.

Gejala Kaki Gajah

Posted in Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sakit Kaki Gajah

Sakit Kaki Gajah – Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan jika tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik pada wanita maupun pria. Akibatnya, penderita tidak dapat bekerja secara optimal, bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban keluarga.

Sakit Kaki Gajah

Sakit Kaki Gajah

Penyakit Kaki Gajah

Di Indonesia, Sakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di seluruh provinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu, tercatat sebanyak 1.553 desa di 647 puskesmas, tersebar di 231 kabupaten merupakan lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6.233 orang. Hasil survei laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1% berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk tertular karena nyamuk penularannya tersebar luas.

WHO sudah menetapkan kesepakatan global (The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by The Year 2020). Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan, misalnya dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun di lokasi yang endemis dan perawatan secara klinis, baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya.

Penyebab Kaki Gajah

Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga species cacing filaria yaitu :

  1. Wucheria bancrofti
  2. Brugia malayi
  3. Brugia timori

Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes, dan Armigeres yang dapat berperan sebagai vektor penularan penyakit kaki gajah.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi Sakit Kaki Gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filaria kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria. Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Gejala klinis Sakit Kaki Gajah akut adalah sebagai berikut :

  1. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas, dan sakit
  3. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis)
  4. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
  5. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas. Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti)

Pencegahan Sakit Kaki Gajah

Pencegahan dilakukan dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vektor (mengurangi kontak dengan vektor), misalnya dengan menggunakan kelambu sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, mengoles kulit dengan obat antinyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk. Pemberantasan nyamuk dapat dilakukan dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk, dan membersihkan semak-semak di sekitar rumah.

Di negara kita, penyakit kaki gajah masih terbilang endemis. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tahun 2011 jumlah dari penderita penyakit kaki gajah mencapai sekitar 12.066 orang di sekirar 344 kabupaten di seluruh Indonesia. Dan sementara itu sekitar 40 juta orang Indonesia yang tubuhnya mengandung microfilaria. Hal ini berarti bahwa mereka mempunyai peluang atau potensi untuk bisa menularkan penyakit kaki gajah ke orang lainnya. Penyebabnya adalah akibat banyaknya jenis nyamuk yang bisa menjadi salah satu media penularan pada penyakit kaki gajah ini.

Gejala penyakit kaki gajah yang muncul salah satun ya adalah penyumbatan pada kelenjar getah bening atau pada limfa yang bisa mengakibatkan terjadinya pembengkakan di bagian kaki dan juga dibagian tangan. Sedangkan pada wanita, pembengkakan tersebut bisa saja terjadi disekitar payudara dan dibagian penis pada pria. Daerah yang mengalami pembengkakan biasanya akan terlihat kemerahan, panas serta sak. Jika keadaan ini sudah mencapai kondisi tersebut, maka penderita biasanya akan mengalami demam paling tidak selama 3-5 hari. Dan dari ketiga proses ini, kondisi yang pertama yang paling berbahaya adalah karena tidak mempunyai suatu gejala, sehingga orang yang mengalami penyakit ini tidak akan mencari pengobatan misalnya dengan minum obat kaki gajah, padahal saat itulah proses penularan kepada orang lain dalam keadaan sehat bisa saja terjadi.

Pencegahan pada penyakit kaki gajah secara umum dilakukan dengan mengusahakan diri untuk bisa terhidar dari gigitan nyamuk yang menular. Perhatikanlah lingkungan sekitar Anda. Dan sebaiknya bersihkanlah genangan air yang bisa menjadi salah satu tempat pada perindukan nyamuk misalnya adalah seperti bak mandi. Atau bisa juga dengan menggunakan kelambu disaat Anda sedang tidur atau dengan memasang obat pengusir nyamuk yang ada dirumah Anda.

Sakit Kaki Gajah

Posted in Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment