Gejala Kaki Gajah

Gejala Kaki Gajah – Penyakit kaki gajah, penyakit untut atau elephantiasis merupakan jenis penyakit yang menyebabkan beberapa bagian badan menggelembung perlahan-lahan bagaikan karet, tetapi penderita tidak merasakan sakit. Penyakit ini mengubah bentuk kaki penderita menjadi seperti kaki gajah.

Gejala Kaki Gajah

Gejala Kaki Gajah

Penyebab Kaki Gajah

Penyebab penyakit ini adalah sejenis filaria (cacing benang putih) yang hidup di dalam pembuluh atau kelenjar getah bening. Sementara itu, tempayak atau anak cacingnya masuk ke dalam aliran darah. Setelah parasit-parasit itu mati dan mengeras, perlahan-lahan pembuluh limfa akan tersumbat, sehingga beberapa bagian tubuh akan mengembung. Penyebar penyakit ini adalah sejenis nyamuk yang disebut Culex fatigans yang memindahkan Filaria bancrofti.
Gejala Kaki Gajah

Tanda-tanda atau Gejala Kaki Gajah sebagai berikut :

  • Beberapa anggota badan, terutama kaki, lengan, dan alat-alat kelamin bagian luar mengembung
  • Kedua belah kaki yang mengembung bentuknya menyerupai kaki gajah dan bagian-bagian yang mengembung tersebut akhirnya berubah menjadi gumpalan-gumpalan yang berwujud seperti lemak.

Perawatan Gejala Kaki Gajah

Perawatan yang perlu dilakukan terhadap penderita kaki gajah sebagai berikut :

  • Pada saat awal terjadinya tanda-tanda penyakit, anggota badan yang mengembung diikat dengan pembalut elastik. Di samping itu, penderita dikompres dengan kompres panas dan dingin secara bergantian, 2 atau 3 kali sehari.
  • Jika tidak terdapat radang pada kulit, usaha memijat atau mengurut juga bisa dilakukan
  • Diusahakan agar setiap hari penderita mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan seperti bayam, wortel, kacang panjang, kecambah, pepaya dan pisang.

Cara penularan penyakit kaki gajah diawali dari nyamuk yang menghisap darah seseorang yang sudah mengalami infeksi penularan penyakit kaki gajah sebelumnya. Kemudian darah yang mengalami infeksi dan juga mengandung larva akan ditularkan pada orang lain disaat nyamuk yang mengalami infeksi menggigit dan juga menghisap darah orang tadi. Tidak seperti kasus penyakit malaria atau kasus penyakit demam berdarah, penyakit kaki gajah biasanya ditularkan pada 23 spesies nyamuk yang berasal dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Dan karena inilah penyakit kaki gajah bisa menular dengan lebih cepat. Radang pada saluran kelenjar getah bening yang akan terasa panas dan terasa sakit yang kemudian bisa menjalar dari pangkal kaki atau juga dari pangkal lengan menuju ke arah ujung.

Diagnosis Kaki Gajah

Diagnosis yang ditegakkan pada penyakit kaki gajah ini umumnya bisa deteksi dari pemeriksaan mikroskopis darah. Hingga saat ini hal tadi masih bisa dirasakan sangat sulit untuk dilakukan karena microfilaria yang biasanya hanya muncul dan hanya menunjukkan diri dalam darah disaat malam hari dan terjadi selama beberapa jam saja. Selain itu juga, dari berbagai metode pemeriksaan yang sering dilakukan untuk melakukan diagnosis penyakit kaki gajah. Dan beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan sistem yang lebih dikenal sebagai sistem penjaringan membran. Metode konsentrasi Knott dan juga teknik pengendapan. Metode dari pemeriksaan yang bisa lebih mendekati menuju ke arah diagnosis dan juga sudah di akui oleh WHO meripakan dengan jalan pemeriksaan sistem Tes kartu. Hal ini menjadi sangat sederhana dan bisa menjadi lebih peka untuk bisa mendeteksi terjadinya penyebaran parasit atau larva. Yaitu dengan cara mengambil contoh darah pada sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, dan tidak hanya terjadi di malam hari saja.

Penanganan Kaki Gajah

Penanganan dan juga pengobatan penyakit kaki gajah yang bisa dilakukan dengan tujuan yang paling utama adalah melakukan penanganan dini pada penderita penyakit kaki gajah dengan cara membasmi parasit atau juga membasmi larva yang mengalami perkembangan di dalam tubuh si penerita, sehingga tingkat penularan yang terjadi bisa lebih ditekan dan potensinya bisa dikurangi. Pemberian obat kaki gajah seperti Dietilkarbamasin adalah satu-satunya jenis obat kaki gajah yang sangat baik untuk penyakit kaki gajah bancrofti atau juga malayi, yang lebih bersifat pada makrofilarisidal dan juga mikrofilarisidal. Obat ini btergolong dengan harga yang murah, lebih aman dan juga tidak adanya suatu resistensi pada obat. Penderita yang mendapatkan terapi pengobatan ini kemungkinan akan memberikan suatu reaksi efek samping dari sistemik serta lokal yang lebih bersifat sementara dan bisa dengan mudah diatasi menggunakan obat simptomatik.

Obat dietilkarbamasin ini tidak bisa dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan ini biasanya diberikan dalam bentuk oral sesudah makan malam, kemudian dengan cepat diserap sampai mencapai titik konsentrasi puncak di dalam darah selama 3 jam. Dan setelah itu diekskresi lewat air kemih. Obat kaki gajah Dietilkarbamasin tidakk bisa diberikan pada anak yang usianya dibawah 2 tahun, pada ibu hamil, ibu menyusui dan juga untuk kasus penderita sakit yang berat atau sedang dalam keadaan lemah. Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang lebih parah, karena tidak mengalami deteksi sejak dini, selain pemberian jenis obat-obatan tentunya membutuhkan langkah selanjutnya misalnya seperti tindakan untuk melakukan operasi.

Untuk penderita gejala kaki gajah, maka sebaiknya kesadarannya untuk melakukan pemeriksaan langsung ke dokter dan juga mendapatkan penanganan pada obat-obatan sehingga tidak akan menularkan penyakit ini kepada orang lain. Untuk itu, sangat dibutuhkan pemahaman dan juga pengenalan pada penyakit kaki gajah kepada penderita serta kepada masyarakat luas.

Gejala Kaki Gajah

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp.265.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Gejala Kaki Gajah

Sakit Kaki Gajah

Sakit Kaki Gajah – Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan jika tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik pada wanita maupun pria. Akibatnya, penderita tidak dapat bekerja secara optimal, bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban keluarga.

Sakit Kaki Gajah

Sakit Kaki Gajah

Penyakit Kaki Gajah

Di Indonesia, Sakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di seluruh provinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu, tercatat sebanyak 1.553 desa di 647 puskesmas, tersebar di 231 kabupaten merupakan lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6.233 orang. Hasil survei laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1% berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk tertular karena nyamuk penularannya tersebar luas.

WHO sudah menetapkan kesepakatan global (The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by The Year 2020). Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan, misalnya dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun di lokasi yang endemis dan perawatan secara klinis, baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya.

Penyebab Kaki Gajah

Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga species cacing filaria yaitu :

  1. Wucheria bancrofti
  2. Brugia malayi
  3. Brugia timori

Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes, dan Armigeres yang dapat berperan sebagai vektor penularan penyakit kaki gajah.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi Sakit Kaki Gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filaria kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria. Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Gejala klinis Sakit Kaki Gajah akut adalah sebagai berikut :

  1. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas, dan sakit
  3. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis)
  4. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
  5. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas. Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti)

Pencegahan Sakit Kaki Gajah

Pencegahan dilakukan dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vektor (mengurangi kontak dengan vektor), misalnya dengan menggunakan kelambu sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, mengoles kulit dengan obat antinyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk. Pemberantasan nyamuk dapat dilakukan dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk, dan membersihkan semak-semak di sekitar rumah.

Di negara kita, penyakit kaki gajah masih terbilang endemis. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tahun 2011 jumlah dari penderita penyakit kaki gajah mencapai sekitar 12.066 orang di sekirar 344 kabupaten di seluruh Indonesia. Dan sementara itu sekitar 40 juta orang Indonesia yang tubuhnya mengandung microfilaria. Hal ini berarti bahwa mereka mempunyai peluang atau potensi untuk bisa menularkan penyakit kaki gajah ke orang lainnya. Penyebabnya adalah akibat banyaknya jenis nyamuk yang bisa menjadi salah satu media penularan pada penyakit kaki gajah ini.

Gejala penyakit kaki gajah yang muncul salah satun ya adalah penyumbatan pada kelenjar getah bening atau pada limfa yang bisa mengakibatkan terjadinya pembengkakan di bagian kaki dan juga dibagian tangan. Sedangkan pada wanita, pembengkakan tersebut bisa saja terjadi disekitar payudara dan dibagian penis pada pria. Daerah yang mengalami pembengkakan biasanya akan terlihat kemerahan, panas serta sak. Jika keadaan ini sudah mencapai kondisi tersebut, maka penderita biasanya akan mengalami demam paling tidak selama 3-5 hari. Dan dari ketiga proses ini, kondisi yang pertama yang paling berbahaya adalah karena tidak mempunyai suatu gejala, sehingga orang yang mengalami penyakit ini tidak akan mencari pengobatan misalnya dengan minum obat kaki gajah, padahal saat itulah proses penularan kepada orang lain dalam keadaan sehat bisa saja terjadi.

Pencegahan pada penyakit kaki gajah secara umum dilakukan dengan mengusahakan diri untuk bisa terhidar dari gigitan nyamuk yang menular. Perhatikanlah lingkungan sekitar Anda. Dan sebaiknya bersihkanlah genangan air yang bisa menjadi salah satu tempat pada perindukan nyamuk misalnya adalah seperti bak mandi. Atau bisa juga dengan menggunakan kelambu disaat Anda sedang tidur atau dengan memasang obat pengusir nyamuk yang ada dirumah Anda.

Sakit Kaki Gajah

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp.265.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Sakit Kaki Gajah